Gustaf Tamo Mbapa Ingin Dirikan Sekolah Sepak Bola di Sumba

Entrepreneur sekaligus politisi muda asal Sumba, NTT Gustaf Tamo Mbapa setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa olah raga dan musik adalah “bahasa universal” yang bisa merekatkan persaudaraan sambil meruntuhkan batas-batas sosial.

Katanya, di olah raga dan seni orang bisa melebur jadi satu dan setara. “Sebagai penggemar olahraga, khususnya sepak bola, saya ingin selain menyatukan, sepak bola juga memberi keuntungan untuk anak-anak kita. Jangan bilang-bilang dulu, saya ingin nanti di Sumba ada sebuah sekolah sepak bola yang dikelola dengan bagus dan tertib,” ujarnya kepada media ini sambil tertawa kecil.

Gustaf yakin dengan motivasi, fisik dan potensi anak-anak Sumba. “Dan saya kira padang sabana Sumba itu telah memberikan segalanya untuk mereka, tinggal pengembangannya saja,” ungkap alumnus Fisip Undana, Kupang ini.

Gustaf lalu menjelaskan maksudnya. Secara fisik, anak-anak Sumba telah terlatih dan terbiasa berlari dan bekerja menaklukkan alam sabana. Di sabana juga motivasi dan cita-cita mereka terbang tanpa hambatan. Dan sabana yang sama melatih mereka memiliki daya juang yang tinggi untuk mencapai sesuatu.

“Dengan daya juang dan ketahanan fisik semacam itu, kalau mereka mendapat kesempatan dan diarahkan dengan baik, saya yakin mereka akan berkembang dengan baik,” ujar pria yang ketika di bangku SMA Anda Luri, Waingapu dan bangku kuliah menjadi striker berbahaya untuk lawan ini.

Gustaf berharap keinginannya bisa terrealisasi secepatnya. “Kalau saya tembus jadi anggota DPR RI, sekolah sepak bola ini pasti akan jadi kenyataan. Orang muda kita harus mendapatkan sarana yang tepat untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka. Nama Sumba pun makin terangkat,” ujar Bakal Calon angota DPR RI Partai Demokrat dari Dapil II NTT (Sumba dan Timor, Rote Ndao dan Sabu) ini. (tD/SS)