Uskup Yan, Uskup Pertama dari Orang Asli Papua Setelah Menanti 128 Tahun

164
Mgr. Yanuarius Yan You, Uskup Jayapura

Syukur kepada Allah! Setelah menanti 128 tahun, akhirnya ada imam dari orang asli Papua yang menjadi Uskup.

Terpilihanya putra asli Papua Pastor Dr Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr menjadi Uskup Jayapura, mendapat banyak respon positif dari berbagai kalangan. Sejak diumumkan Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022, berbagai tanggapan positif menyeruak.

drg. Aloysius Giyai, salah satu tokoh Kerawam Katolik Papua yang juga birokrat kesehatan asal Mee Pago mengatakan, terpilihnya Pastor Yan You merupakan hadiah terindah bagi umat Katolik di Papua, sekaligus menandai tonggak sejarah baru Gereja Katolik Roma yang telah hadir di Tanah Papua sejak 1894 melalui Fakfak.

“Segala sesuatu Tuhan rancang indah pada waktunya, sekalipun kita menunggu selama 128 tahun. Hari ini menjadi hari bersejarah bagi suku-suku Orang Asli Papua bahwa Paus Fransiskus di Vatikan, akhirnya memilih Pastor Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr menjadi gembala di Keuskupan Jayapura. Saya yakin, kabar gembira ini bukan hanya milik umat Katolik di Papua tetapi seluruh umat beragama dan segala makhluk yang ada di Bumi Papua,” kata Aloysius Giyai, Sabtu, 29 Oktober 2022.

drg Aloysius Giyai, M. Kes: bangga dan gembira.

Menurut Aloysius, Uskup Yan You sebagai pencipta sejarah baru Gereja Katolik, selaras dengan nama yang diberikan secara adat kepadanya, yaitu Matopai. Matopai, dalam bahasa Suku Mee berarti “membentuk sesuatu yang baru yang sebelumnya tidak ada”.

“Kami menilai memang beliau sangat layak dapat kepercayaan dan dipilih menjadi Uskup. Ketaatan, kesetiaan, keseriusan, dan terutama sikapnya selalu tegak lurus dalam menghadapi aneka persoalan di Papua, tidak paham kiri atau paham kanan. Dia penuh kasih dan mengutamakan keadilan,” ujar Aloysius.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Papua ini juga menegaskan, terpilihnya Uskup Yan  tentu saja menjadi harapan dan doa dari para misionaris Katolik yang merintis Gereja pertama di Papua.

Pastor C. Le Cocq Ardmanfile, SJ dan semua misionaris lokal dari seluruh Indonesia yang telah meletakkan dasar peradaban bagi iman umat Katolik di Tanah Papua.

“Dan saya percaya bahwa ke depan, setelah Uskup Yan You, akan ada juga uskup-uskup baru putra asli Papua di keuskupan lain di Tanah Papua. Tetapi tentu kita tidak patok hal ini mendahului kehendak Tuhan. Dan karena jabatan ini adalah pilihan dari Paus untuk mewartakan kebenaran firman Tuhan, mau dia suku apa pun, mau asli Papua atau tidak, semuanya sama saja. Artinya, kita boleh berdoa mendorong kebangkitan imam-imam pribumi Papua menjadi uskup, tetapi kita tidak memaksakan rancangan dan kehendak Tuhan lewat pimpinan Gereja Katolik di Roma,” tegasnya.

Aloysius atas nama keluarga dan komunitas suku Mee mengucapkan proficiat atas terpilihnya Uskup Yan You. “Saya sebagai tokoh Kerawam Katolik Papua merasa bangga dan bahagia. Proficiat atas karunia, tugas dan tanggung jawab yang diberikan Bapa Paus Fransiskus kepada Pastor Yan You, Pr sebagai Uskup Jayapura,” tuturnya. (Gusty MR/EDL)