Oasis Lestari, Milik DP KWI, Contoh Kemajemukan dalam Pelayanan Kedukaan

1505
Penyucian jenazah, sebelum dibawa ke krematorium. (Foto: Anton Sumarjono)

Oasis Lestari Jatake, yang berada di Jalan Gatot Subroto Kota Tangerang, milik Dana Pensiun Konferensi Waligereja Indonesia (Dapen KWI).

Pelayanan kedukaan di tempat ini bersifat terpadu meliputi persemayaman, kremasi dan rumah abu. Oasis Lestari didirikan oleh misionaris asal Belgia, yaitu Pater Clemens A. Schreurs CICM.

Penyucian jenazah, sebelum dibawa ke krematorium. (Foto: Anton Sumarjono)

Pater Clemens menyediakan fasilitas pelayanan bagi keluarga-keluarga yang berduka untuk memberi ketenangan hati bagi keluarga dan kemuliaan jiwa bagi almarhum.

Walaupun Oasis Lestari ini milik Gereja Katolik, tapi sejak berdiri pada 2005 melayani semua agama: Islam  (khusus perawatan jenazah dan ambulans), Hindu, Buddha, Protestan, Khonghucu dan Katolik.

Sebagai tempat pelayanan kedukaan beragam umat beragama, Oasis Lestari menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan.

Untuk setiap umat beragama, Oasis menyediakan tempat dan perlengkapan yang sesuai dengan agama yang bersangkutan. Misalnya, untuk umat Budha yang masih menerapkan tradisi tionghoa, disediakan tempat bebakaran untuk membakar rumah-rumahan yang terbuat dari kertas dan berkerangka bambu. Juga tempat meletakkan persembahan atau sesaji.

Untuk umat Muslim yang datang ke Oasis ada mushola. Untuk umat Kristen dan Katolik ada ruang doa.

Umat Hindu mulai Maret 2022 sudah bisa menggunakan Pengayengan Prajapati, yaitu tempat untuk melaksanakan upacara pengabenan atau Ngaben.

Upacara  yang menyempurnakan kematian almarhum, mengantar jiwa almarhum menuju Sang Hyang Widi.

Di Oasis Lestari kita bisa melihat dan merasakan keragaman yang cair. Di Oasis Lestari kita menemukan contoh nyata kemajemukan umat beragama dalam pelayanan kedukaan.

Peristiwa yang belum lama berlangsung bisa menjadi contoh. Di tempat ini berlangsung upacara Ngaben atau Pengabenan. Ini adalah salah satu bagian dari upacara kematian umat Hindu Bali.

Pengabenan berlangsung Selasa, 5 Juli 2022, bertempat di Pengayengan Prajapati Provinsi Banten yang berada di dalam area Oasis Lestari.

Tempat suci agama Hindu ini dibangun oleh Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Banten dan diurus oleh Yayasan Dharma Ananta Jaya (YDAJ).

YDAJ bekerjasama dengan Oasis Lestari menyelenggarakan pelayanan kedukaan mulai dari persemayaman, kremasi, pengabenan, hingga pelarungan.

Sejak diresmikan pada Kamis 24 Maret 2022, inilah pengabenan pertama atau perdana yang berlangsung di Pengayengan Prajapati Provinsi Banten ini.

Proses kremasi – Jenazah Almarhum Ida Bagus Wahana siap diperabukan, menunggu pintu oven terbuka (Foto oleh Anton Sumarjana)

Pengabenan dilaksanakan untuk almarhum Ida Bagus Wahana, pria Bali yang meninggal dunia pada Sabtu 2 Juli 2022.

Pengabenan dilaksanakan setelah jenazah almarhum disemayamkan selama 3 hari 2 malam di Ruang Kenanga Rumah Duka Oasis Lestari.

Jenazah dikremasi pada Selasa, 5 Juli 2022. Sesudahnya disempurnakan dengan pengabenan yang dipimpin Pandita Ida Pedanda Gede Putra Sidemen.

Segenap umat dan tokoh Hindu dari berbagai tempat di Jabodetabek, khususnya yang tinggal di Provinsi Banten, menghadiri upacara Ngaben ini.

Di antara yang hadir tampak Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Banten Ida Bagus Alit Wiratmaja, Pendiri Yayasan Dharma Ananta Jaya Anak Agung Anom Suartha, dan jajaran pengurus YDAJ.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Dharma Ananta Jaya Ketut Sunarwa mengatakan, pengabenan jenazah almarhum Ida Bagus Suhana ini merupakan yang pertama kali atau perdana di Oasis Lestari.

Yayasan Dharma Ananta Jaya dan Oasis Lestari telah membuat MoU dalam pelayanan umat Hindu yang meninggal dunia. Dalam MoU itu antara lain Oasis Lestari menyediakan tempat untuk umat Hindu Provinsi Banten (diwakili PHDI), membangun pengayengan prajapati sebagai kiblat atau singgahan sementara jiwa-jiwa umat Hindu yang meninggal dunia, sebelum mereka naik ke nirwana.

Salah satu fungsi tempat suci ini adalah untuk melaksanakan upacara pengabenan.

Upacara Ngeringkes atau Ngetisin Tirta – Memandikan jenazah secara spritual, dipimpin oleh Ida Pandita Dharma Putra Paseban (foto oleh Anton Sumarjana)

“Sejak diresmikan pada Kamis 24 Maret 2022, ini untuk pertama kali dilaksanakan pengabenan di Pengayengan Prajapati Provinsi Banten yang berada di dalam kompleks Oasis Lestari ini. Kami akan terus mensosialisasikan ke umat bahwa di Oasis Lestari yang luas ini bisa semayam, kremasi dan dituntaskan dengan pengabenan,” tutur Ketur Sunarwa.

Direktur utama PT Danita Oasis Lestari Ania Desliana menyampaikan terima kasih atas kesediaan umat Hindu, khususnya keluarga almarhum Ida Bagus Wahana yang mempercayakan pelayanan jenazah almarhum mulai dari penjemputan, persemayaman,  kremasi hingga pelarungan di Oasis Lestari.

“Semoga ke depan kami bisa melayani dengan lebih baik lagi. Ini yang perdana jadi kami masih harus banyak belajar memahami seperti apa upacara Hindu Bali dalam hal kedukaan ini,” kata Ania Desliana dalam sambutannya.

Oasis Lestari di Jatake kota Tangerang. (Foto: Anton Sumarjana)

Rangkaian upacara berlangsung dari pagi. Pukul 07.30 dilaksanakan upacara ngeringkes atau ngetisin tirta, yang dilaksanakan oleh Ide Pandita Dharma Putra Paseban. Upacara ini berlangsung di ruang Kenanga tempat almarhum disemayamkan.

Selanjutnya diadakan prosesi menuju pengayengan prajapati, untuk dilaksanakan upacara memohon kelancaran perjalanan sukma almarhum menuju ke Sang Hyang Widi.

Pada pukul 10.00 WIB, jenazah Almarhum Ida Bagus Wahana masuk ke perabuan atau oven di Krematoriium 1, berjarak 20 meter dari pengayengan prajapati.

Pada pukul 11.30, keluarga memilih abu tulang almarhum, lalu dibawa ke prajapati untuk dilaksanakan upacara pengabenan bagian kedua.

Seluruh rangkaian upacara pengabenan ini berakhir sekitar pukul 13, dilanjutkan melarung abu jenazah almarhum ke Tanjung Burung di Tangerang.  (Anton Sumarjana)