Memoar Fatima

87
Bunda Maria, doakanlah kami.

Pada malam 13 Oktober 1917, hujan deras turun sepanjang malam, merendam tanah dan menyulitkan ribuan peziarah yang datang ke Fátima dari segala arah. Dikatakan, ada sekitar 70,000 orang berkumpul di sana saat itu. Mereka datang dengan berjalan kaki, dengan gerobak, dan dengan mobil, memasuki Cova dari jalan Fátima-Leiria.

Dari sanalah, mereka berjalan menuruni lereng ke bonggol pohon oak kecil tempat penampakan, di mana orang-orang telah mendirikan penyangga di sana.

Ada pun anak-anak menuju ke Cova sembari melewati kerumunan orang banyak, di tengah sanjungan dan cemoohan yang telah mereka alami sejak bulan Mei. Orang-orang bahkan gaduh dan mengaduh, ribut dan tidak berhati lembut karena hiruk-pikuk mengeluh dan mempertanyakan ketepatan waktu kemunculan Maria yang sudah terlambat karena telah lewat tengah hari.

Dan, ketika matahari tiba di puncaknya, Lucia meminta orang-orang menutup payung mereka, dan Bunda Fatima muncul seperti yang telah ia katakan.

Bunda Allah, doakanlah kami.

Lucia Berlutut

“Apa yang anda inginkan dariku?”

“Aku ingin sebuah kapel dibangun di sini untuk menghormatiku. Aku ingin kau terus berdoa rosario setiap hari. Perang akan segera berakhir, dan para tentara akan kembali ke rumah mereka.”

“Ya. ya. Maukah engkau memberitahuku namamu?”

“Akulah Bunda Rosario.”

“Aku mempunyai banyak permohonan dari banyak orang. Apakah engkau akan mengabulkannya?”

“Beberapa akan kukabulkan. Manusia harus mengubah hidup mereka dan meminta pengampunan atas dosa-dosa mereka.

Mereka tidak boleh lagi menghina Tuhan kita, karena Dia sudah terlalu banyak dihina!”

“Dan itukah semua yang engkau minta?”

“Tak ada lagi yang lain.”

Ketika Bunda Rosario naik ke arah timur, ia mengarahkan telapak tangannya ke arah langit yang gelap. Sementara itu hujan sudah berhenti, namun awan gelap terus menutupi matahari, dan tiba-tiba cahaya matahari merekah menembus awan dan terlihat seperti putaran perak.

“Lihat matahari!”

Di saat itu, dua penampakan yang berbeda terlihat, yang satu adalah fenomena “keajaiban matahari” yang dilihat oleh 70.000 lebih orang-orang yang berkumpul di sana dan penampakan lain yang hanya terlihat oleh ketiga anak itu saja.

 Pengakuan Lucia

Setelah Bunda menghilang ke cakrawala, kami melihat St. Yusuf bersama Kanak-Kanak Yesus dan Bunda Maria berjubah putih dengan mantel biru, berdiri di sebelah matahari. St. Yusuf  dan Kanak-Kanak Yesus tampaknya memberkati dunia, karena mereka membuat Tanda Salib dengan tangan mereka.

Ketika kemudian penampakan ini menghilang, aku melihat Tuhan dan Bunda Maria; tampak bagiku sebagai Bunda Berdukacita. Tuhan tampak memberkati dunia dengan cara yang sama seperti yang dilakukan St. Yusuf. Penampakan ini juga menghilang, dan aku melihat Bunda sekali lagi, kali ini menyerupai Bunda Karmel (Lucia mengerti bertahun-tahun kemudian, ini adalah tanda untuk mempersiapkan ia kelak masuk ke Biara Karmel).

Penampakan pada  13 Oktober 1917 di Fatima ini adalah penampakan yang terakhir untuk Jacinta dan Francisco. Namun untuk Lucia, Bunda Fatima akan datang kembali untuk ketujuh kalinya, pada tahun 1920, seperti yang telah  ia janjikan di bulan Mei lalu, pada saat Lucia berdoa di Cova sebelum meninggalkan Fátima untuk pergi ke sekolah asrama anak-anak perempuan. Bunda Maria saat itu datang untuk mendesaknya agar mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Allah. O sancta simplicitas! O sebuah kesederhanaan nan kudus.

Sementara anak-anak melihat berbagai penampakan Yesus, Maria dan Yusuf, kerumunan besar orang menyaksikan keajaiban yang berbeda, yang kemudian terkenal sebagai “Keajaiban Matahari.” Deus providebit. Tuhan yang menyelenggarakannya!

“Hendaklah kita mencari rahmat, dan marilah kita mencarinya melalui Maria.”

Salam, ya Ratu surga – Salam, ya Ratu damai
Ratu yang patut dicintai – Ratu yang patut dikagumi
Salam, ya Bunda Putra Ilahi
Salam, ya Bunda Penebus Sejati
Bunda yang melindungi orang berdosa
Bunda yang menghibur orang berduka
Ratu dan Bunda Kami
Darimulah, kami mendapat hidup sejati
Darimulah, kami mencecap terang abadi
Bersukalah, ya Bunda Maria
Hiduplah, ya Bunda mulia
Berdoalah, bagi kami semua.
Salam, ya Ratu surga – Salam, ya Ratu damai
Ratu yang patut dicintai – Ratu yang patut dikagumi
Dengarkanlah permohonan kami dalam kesesakan
Bebaskanlah hidup kami dari segala kejahatan
Salam, ya Bunda Putra Ilahi
Salam, ya Bunda Penebus Sejati
Bunda yang melindungi orang berdosa
Bunda yang menghibur orang berduka

(RJK)