BPIP Dukung Rencana Menag Undang Paus Fransiskus dan Ahmed Al-Tayeb

169
Ketika Yaqut berkunjung ke Vatikan beberapa tahun lalu.

JAKARTA, TEMPUSDEI.ID-Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyambut baik rencana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan mendatangkan dua tokoh agama dunia, yaitu Grand Syeikh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan Pimpinan Gereja Katolik di Vatikan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Menurut Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo, undangan dalam rangka koordinasi dan kosolidasi itu sebagai upaya memperjuangkan nilai-nilai persaudaraan sejati dan perdamaian dunia. “Saya kira baik sekali ya, karena akan membawa dampak bagi dunia, khususnya Indonesia. Ini akan jadi role model bagi dunia dalam mempromosikan persaudaran sejati,” ujarnya Rabu, (9/3/2022) di Jakarta.

Ia meyakini kunjungan kedua tokoh dunia itu bisa memperkokoh pentingnya Ideologi Pancasila dalam mempromosikan tata dunia baru yang berkeadilan. “Karena Ideologi Pancasila menjadi solusi terhadap perdamainan dunia dan tercipta tata peradaban yang orientasi nilai kemanusian yang universal,” terangnya.

Ia juga mengaku momentum tersebut sangat tepat, karena Indonesia dipercaya oleh negara-negara lain menjadi pimpinan dalam perhelatan Group of Twenty atau (G-20) yang digelar sejak Desember 2021 sampai November 2022. “Kehadiran dua tokoh dunia ini juga sangat tepat di tengah perhelatan G-20 sehingga akan memperkokoh peranan Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.

Saat memberikan pembinaan kepada ASN Kementerian Agama Yaqut menjelaskan Grand Syeikh Al-Azhar Ahmed Al Tayeb dan Paus Fransiskus adalah dua tokoh penting yang terus mengupayakan perdamaian dunia.

Keduanya pada 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, telah mendeklarasikan Piagam Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian dan Hidup Berdampingan.

Kemudian menurutunya poin pokok deklarasi itu adalah mengajak umat manusia untuk hidup bersama dalam semangat persaudaraan dan menjadikan agama sebagai inspirasi.

Dia pun berharap kepada jajarannya dan seluruh masyarakat Indonesia agar kesempatan menghadirkan dua tokoh dunia ini bisa terealisasi. (ER/tD)