Pemuda Katolik Tagih Realisasi Jargon Presisi Kapolri dalam Kasus Wadas

94
Gusma, Ketua Umum Pemuda Katolik

JAKARTA, TEMPUSDEI.ID (9/2/22)-Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengecam  tindakan aparat keamanan menangkap warga yang kontra atas penambangan andesit di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma mengatakan, sangat tidak dibenarkan tindakan represif atas nama pembangunan. Dia juga meminta semua pihak memegang dan mengutamakan prinsip kemanusiaan dengan memilih pendekatan yang efektif.

“Wadas menjadi ironi bagi kita semua. Atas nama pembangunan mengorbankan nilai kemanusiaan. Pemuda Katolik berdiri berpihak kepada rakyat yang mengalami kesewenang–wenangan dan ketidakadilan” tegas Gusma dalam pers rilis yang media ini terima.

Gusma meminta Kapolri bertanggungjawab jika dugaan adanya tindak kekerasan dan represif di Wadas terus berlanjut. Dia juga meminta Polri mengusut tuntas dan memberikan sanksi bagi aparat kepolisian yang melakukan kekerasan terhadap warga Desa Wadas.

Gusma pun mempertanyakan sekaligus menagih janji “Visi PRESISI”: Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan sebagaimana disampaikan Jenderal Listyo pada saat fit & proper test sebagai Calon Kapolri. “Ini momentum pembuktian Presisi itu,” tegas Gusma

Pemuda Katolik pun meminta pihak–pihak terkait untuk melakukan dialog dan memberikan atensi persuasif sehingga tidak terulang kejadian yang serupa. “Jawa Tengah warganya guyub, rukun dan gotong royong, jadi rembug bersama adalah solusi dari persoalan di Wadas,” kata Gusma.

Gusma juga sudah menginstruksikan kader dan pengurusnya di Jawa Tengah, khususnya di Purworejo untuk turun ke lapangan, berkoordinasi dan bergabung dalam aliansi perjuangan dalam rangka terlibat dan berpihak dalam kasus Wadas ini.

Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah, Mita Hanna, menyampaikan bahwa dirinya sedang menjalin komunikasi dan koordinasi intens dengan pengurus dan kader di Purworejo. “Pengurus Pusat sudah memberikan kami arahan untuk terlibat dalam perjuangan ini, maka kami punya kewajiban mengawal kasus ini sampai tuntas,” ungkap Mita.

Menurutnya, Kader Pemuda Katolik di Purworejo secara aktif mengawal dan berkomunikasi secara intens dengan berbagai pihak termasuk dengan warga, OKP, Polres, dan pemerintah setempat dalam rangka ikut menjembatani persoalan ini. “Sikap Pemuda Katolik sudah jelas berpihak pada prinsip keadilan dan kemanusiaan” imbuhnya

Mita juga meminta Kapolda untuk bertanggungjawab jika terjadi tindak kekerasan kepada warga yang dilakukan oleh anggota kepolisian. “Kapolda harus berani memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Wadas,” tegasnya. (tD/*)