Delapan Ilmu Kepemimpinan dari Air untuk Para Pemimpin

190

Anthony Dio Martin, Pembicara publik dan motivator papan atas Indonesia

TEMPUSDEI.ID (8/2/22)-Ada prinsip-prinsip pembelajaran yang bisa dicontoh dari alam ini. Intinya, seluruh dunia dengan isinya, adalah guru kehidupan buat kita. Alam ini memberi pelajaran bagi mereka yang mau belajar darinya. Misalkan saja, kita akan ambil contoh dari barang yang paling kita butuhkan dalam hidup kita, yakni air!

Dikatakan, dalam ilmu soal bertahan hidup, manusia mungkin bisa tahan tanpa makanan selama 30 hingga 40 hari. Tapi, tanpa air manusia hanya kira-kira bisa bertahan selama 3 hari saja. Air, sangat dibutuhkan selain untuk menjaga temperatur tubuh, juga sebagai bahan cairan penting bagi sel tubuh. Begitulah pentingnya air dalam tubuh kita.

Selain itu  air pun telah jadi inspirasi yang diajarkan oleh banyak guru dan orang terkenal. Salah satu quote tentang air yang terkenal misalnya dari Bruce Lee, sang maestro bela diri. Ia mengatakan dengan tenang, “Jadilah seperti air. Air tidak berbentuk. Masuk ke cangkir, ia jadi cangkir. Masuk ke teko, ia jadi teko. Masuk ke botol, ia jadi botol. Ia bisa mengalir, tapi juga menghancurkan. Jadilah seperti air, kawan”.

Belajarlah dari air

Karena itulah, kali ini kita pun akan menggunakan air sebagai bagian dari pembelajaran kita soal kepemimpinan.

  1. Tenang. Secara umum, tanpa gangguan, air itu sifatnya tenang. Sifatnya bukan bergejolak kalau tidak diperlukan. Tampaknya ini perlu jadi pelajaran para pemimpin yang pertama yakni perlu selalu tenang. Banyak guru kehidupan yang menggunakan air yang mencerminkan ketenangan dalam bersikap. Pemimpin harus setenang air. Kalem. Tidak perlu bergerak, jika tidak perlu. Karena ketenangan inilah, orang yang melihatnya jadi tenang.
  2. Berkorban. Air adalah pelarut universal. Inilah bahan yang paling sering dipakai untuk mencuci dan membersihkan. Meskipun setelah membersihkan, risikonya adalah air menjadi kotor. Begitulah risiko yang harus diambil pemimpin. Kadang ia harus menjadi “kotor” mau jadi tempat sampah, tempat berbagi uneg-uneg untuk membersihkan berbagai hal. Risikonya, ia menimbun banyak hal. Tapi dengan demikinalah ia membersihkan organisasi dan timnya. Jadi, kadang pemimpin pun harus mau berkorban seperti air, yang mau jadi kotor.
  3. Rendah Hati. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Ia tidak mencari tempat yang lebih tinggi untuk mengalir. Di sini pembelajaran pentingnya.Pemimpin harus tetap rendah hati, merakyat dan tidak high-profile. Menurut Jim Collins  dalam buku From Good to Great, salah satu karakter utama perusahaan yang organisasinya bertahan lama adalah memiliki pemimpin yang rendah hati. Karena itulah, sebagai pemimpin kita bisa belajar dari air yang memiliki sifat merendah ini.
  4. Tidak memaksa. Salah satu sifat air adalah mengalir. Pada saat ia mengalir dan bertemu dengan benda-benda padat, ia tidak berhenti atau stuck, ia tetap mengalir. Sebuah prinsip menarik dijaarinya di sini, yakni tidak memaksakan tapi mengalir dan melewatinya. Pemimpin yang luar biasa, kadang tidak memaksakan. Tapi, ia pengertian dengan gigih melewati tantangan di depannya. Ia tidak ngotot dan stuck di situ. Ia melewatinya. Bayangkanlah bagaimana sifat ini bisa diterapkan saat seorang pimpinan menghadapi kendala, saat berhadapan dengan orang yang menentang. Prinsip mengalir mengajari leader bagaimana tetap tenang melewati itu semua.
  5. Fleksibel. Salah satu sifat air yang luar biasa adalah kemampuannya untuk menyesuaikan dengan wadahnya. Seperti dikatakan oleh Bruce Lee, air tak berbentuk tapi mengambil bentuk dimana ia berada. Inilah prinsip fleksibilitas dan memyesuaikan dirinya air. Bukan berarti ia plinplan. Isinya tetap air. Tapi bentuknya yang menyesuaikan. Sebagai pemimpin pun kadang dibutuhkan fleksibilitas yang tinggi seperti ini. Dengan begitu organisasi bisa survive mengikuti perubahan yang terjadi. Seringkali hal itu tergantung pada fleksibilitasnya seorang leader.
  6. Azas Manfaat. Air begitu dibutuhkan. Ada begitu manfaat yang diberikan oleh air. Mulai dari saat orang kehausan, untuk mencuci hingga membersihkan kotoran lainnya. Air begitu dibutuhkan. Bahkan umumnya orang bepergian hingga maju ke medan perang pun, air selalu dibawa. Begitu besar manfaatnya. Nah, sebagai leader, prinsip manfaat ini pun sangat esensial. Menjadi orang yang selalu diperlukan dan ditunggu kehadirannya. Kenapa? Karena selalu memberikan manfaat dan kelegaan. Bandingkan dengan seorang pemimpin yang justru tidak dibutuhkan dan tidak diperlukan karena tidak ada manfaatnya.
  7. Inner power. Hal yang luar biasa di balik air yang tenang adalah kemampuannya untuk menghancurkan. Kalau kita perhatikan gelombang air laut atau pada saat banjir besar ataupun tsunami, kita bisa melihat kekuatan air yang sesungguhnya. Jadi di balik ketenangannya, ada kekuatan dan energi luar biasa di dalamnya. Itulah inner power air. Bagi saya, seorang leader tidak perlu tampaknya menakutkan atau garang. Tapi bisa tetap tenang, tapi yang luar biasa adalah di baliknya ada kekuatan dan energi yang luar biasa. Semestinya, seorang leader pun seperti itu.
  8. Kegigihan. Kita seringkali melihat bagaimana tetesan air yang terus menerus mampu membuat batu yang begitu keras jadi berlubang bahkan bolong. Begitu juga kita melihat empasan air laut yang membuat karang-karang keras hancur berkeping-keping. Air tidak melakukannya sekaligus tapi perlahan. Ada esensi kegigihan di sini. Perlahan, tapi konsistensi inilah yang membuat benda-benda yang dihadapinya, takluk. Itu juga menjadi tanda kegigihan. Bagi seorang leader sifat ini pun diperlukan. Kadang leader mesti menunjukkan kesabarannya. Juga kegigihannya. Justru kesabaran dan kegigihan inilah yang menjadi inspirasi. Bahkan bisa mengalahkan tantangan dan hambatan yang paling sukar sekalipun.

Semoga dari delapan prinsip kepemimpinan air ini kita bisa belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang lebih inspiratif, lebih berdampak bagi tim. Bagi saya, air adalah wujud nyata dari kepimpinan ala servant leadership yang mengajari kita untuk selalu mau melayani. Dan juga contoh kepemimpinan transformatif, yang menginspirasi perubahan dengan cara menjadi dirinya sebagai role model yang baik.

Salam Antusias!