Suara Korban adalah Suara Tuhan yang Tidak Bisa Dibungkam

75

Oleh Azas Tigor Nainggolan, Advokat

Kemarin ketika kami bertemu, anak ini bercerita tentang sebuah lagu Indie yang ceritanya sama dengan pengalamannya sebagai korban pemerkosaan. “Lagu itu isinya menceritakan sebuah pengalaman yang aku alami, om. Aku suka lagu itu karena bercerita tentang perjuangan seorang korban,” cerita Bagas pada saya.

Cerita Bagas itu membuat saya bangga sekali berkenalan dan memercayai saya sebagai pendamping hukumnya dalam menyelesaikan kasus pemerkosaan yang dialaminya tahun 2019 lalu.

“Saya juga tertarik dengan perjuangan yang dilakukan dalam Aksi Kamisan di depan istana presiden. Saya sering membaca beritanya melalui sosial media. Rasa kagum saya pada ibu yang memimpin Aksi Kamisan,” ungkap Bagas.

Dalam hati saya mengatakan, luar biasa anak ini. “Ya, Bagas, om kenal dengan ibu Maria Sumarsih, pemimpin Aksi Kamisan. Ibu Maria Sumarsih adalah seorang ibu korban yang anaknya, Wawan tewas ditembak aparat keamanan saat menolong korban dalam Peristiwa Semanggi Berdarah 1,” kata saya.

Saya lalu lanjutkan, “Ibu Maria Sumarsih juga yang menolong saya ketika alami pemembakan pada 17 September 1999 lalu oleh polisi yang membubarkan paksa aksi massa kami.  Ya, ibu Maria Sumarsih yang memeluk dan menyelamatkan saya  ketika sudah tak berdaya karena dihantam 2 peluru di paha kanan serta punggung kanan badan saya saat memimpin aksi menolak kekerasan dan militerisme di Aceh, Papua dan Timor Timur.  Saya dibawa oleh Bu Maria Sumarsih dan seorang teman, Mbak Titiek dengan sebuah taksi menuju RD Carolus.”

Bagas yang   kelas 2 SMP, tapi hebat bisa menyampaikan nilai sebuah perjuangan dalam hidup. Padahal  Bagas sedang alami pemerkosaan. Hebat sekali Bagas, mengambil inspirasi dari perjuangan para korban lain dari penyanyi lagu Indie dan ibu Maria Sumarsih yang terus berjuang untuk sebuah perubahan kemanusiaan.

BACA JUGA:  Jangan Tanam Durian Jika yang Kita Inginkan adalah Semangka

Selama ini saya terus belajar dari Bagas dan kemarin memantapkan pengalaman saya dan perjuangan Bagas adalah karya Tuhan melalui Bagas juga para korban lain seperti penyanyi lagu Indie dan juga Ibu Maria Sumarsih. Perkenalan, perjuangan bersama dan jatuh bersama korban adalah pengalaman merasakan kehadiran serta cinta Tuhan pada kita umatnya, manusia.

Sementara di pojok lain para predator, aparat koruptif dan pelaku kekerasan lainnya membungkam serta membunuh suara  korban untuk mengamankan kejahatan. Tapi pengalaman menunjukkan bahwa suara korban adalah suara Tuhan dan tidak bisa dibungkam, apalagi dibunuh.

Esok (5/10) Bagas menghadapi persidangan kasus kekerasan seksual yang menimpa dirinya. Mohon dukungan dan doa para sahabat untuk perjuangan bersama anak-anak yang menjadi  korban kekerasan seksual serta para korban kejahatan kemanusiaan lainnya.*

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here