Tuhan Tidak Seperti Boss Besar di Kantor

114
Romo Felix Supranto, SS.CC

Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC

Sangat pasti bahwa setiap orang memiliki persoalan. Bisa masalah berat, bisa masalah ringan, namun bagaimana sikap kita terhadap persoalan  itu sangat menentukan: apakah persoalan itu lebih mudah atau lebih sulit untuk diatasinya. Hal ini tergantung pada diri kita sendiri.

Ketika kita menggunakan cara pandang kita sendiri, kita akan jatuh dalam kepahitan dan menyalahkan Allah. Inilah ungkapan yang menyalahkan Allah : “Ya Allah, di mana Engkau ketika  aku sedang mengalami persoalan yang berat ini. Pandemi tak kunjung berhenti. Pekerjaan sedang sekarat, sedangkan hidup  harus tetap berjalan. Aku sudah lama berdoa sampai lututku terasa sakit luar biasa. Namun, jawaban dariMu tak kunjung datang. Semuanya menjadi sia-sia”.  Menyalahkan Allah berarti kita menganggapNya seperti  bos besar  yang tak peduli dengan apa yang kita alami. Ia  seperti mengunci pintu kantornya dengan sebuah tulisan  : “Sorry, jangan mencari aku karena aku sedang pergi dan tak tahu kapan kembali”.

Cara pandang tersebut akan menyebabkan  kita mudah ngambek dengan Allah. Sikap ngambek dengan Allah itu  terungkap dengan tidak mau lagi mencariNya dalam doa karena kita menganggap percuma.  Ngambek dengan Allah membuat kita tak pernah  bahagia karena kita terbelenggu dalam kepahitan sampai akhir hayat kita.

Sebaliknya, ketika kita masuk dalam cara pandang Allah, kita pasti mampu tetap bersukacita di tengah penderitaan kita. Kita yakin bahwa Allah mengizinkan semua persoalan ini terjadi karena Ia ingin memperkuat iman kita. Iman yang kuat pasti kuat pula harapan. Kita percaya bahwa Allah mengendalikan segala sesuatu yang terjadi di dunia. Ia telah melakukan banyak kebajikan bagi kita di masa lampau dan sekarang ini, maka Ia akan melakukannya juga di masa depan. Tugas kita adalah sabar menanti waktu Allah untuk menyatakan kuasa-Nya.

Kesimpulan dalam pembahasan ini: Penantian memang melelahkan, namun pada saatnya nanti kita akan bersyukur karena menjadi  pemenang bersama Allah. Tidak ada satupun masalah yang berada di atas kuasa-Nya. Karena itu, bersabarlah karena pertolongan Allah sudah dekat.

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku” (Habakuk 3:17-18).

Salam Tangguh !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here