Perawat Kembar Meninggal Akibat Covid-19, Ketika Datang dan Pergi Tetap Kembar

364
Katty dan Emma, datang dan pergi bersama. RIP. Foto: kompas.com/bbcnews
Coronavirus mengancam

Katty dan Emma, begitu nama sepasang anak kembar yang selalu kompak ini. Mereka saling setia dalam suka dan duka sejak kelahiran mereka di dunia 37 tahun lalu. Tidak hanya selalu sama dalam busana sebagaimana kita sering saksikan dalam masyarakat, keduanya pun memiliki cita-cita yang sama, yakni menjadi perawat. Dan akhirnya cita-cita bersama itu pun tercapai. Dengan gembira mereka melakoni pekerjaan yang kemudian menjelma menjadi panggilan hidup mereka. Mereka sangat mencintai profesi tersebut karena bisa menyelamatkan dari sakit, bahkan maut.

Kedatangan mereka ke dunia secara bersama-sama itu ternyata harus mereka akhiri bersama-sama pula secara “kompak” pada usia relatif muda, 37 tahun akibat keganasan virus korona.  Katy Davis meninggal lebih dulu pada Selasa (21/4/2020), sedangkan Emma Davis meninggal pada Jumat (24/4/2020). “Mereka selalu mengatakan bahwa mereka telah datang ke dunia bersama dan akan pergi bersama juga.” ujar Zoe, kakak perempuan mereka dikutip dari BBC News.

Saat meninggal keduanya adalah perawat pada Rumah Sakit Anak Southampton, namun pada unit yang berbeda. Mereka pun meninggal di rumah sakit yang sama,dalam meski dalam jarak waktu tiga hari.

Zoe, sang kakak memberi kesaksian bahwa kedua adiknya adalah pasangan yang paling luar biasa di dunia. “Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan betapa istimewanya mereka,” kata Zoe pada BBC News yang kemudian dikutip kompas.com.

“Yang mereka inginkan adalah membantu orang lain. Sejak mereka masih kecil, mereka berpura-pura sebagai dokter dan perawat yang merawat boneka mereka. Mereka memberikan segalanya untuk semua pasien yang mereka rawat. Mereka luar biasa. Rasanya semua ini tidak nyata,” tambah Zoe lagi.

Paula Head, kepala eksekutif Rumah Sakit Universitas Southampton NHS Foundation Trust, mengatakan, “Katy telah dideskripsikan oleh rekan-rekannya sebagai seorang perawat dan keperawatan lebih dari sekadar pekerjaan baginya.  Atas nama semua orang di sini, termasuk pasien kami dan komunitas yang kami layani, saya ingin menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarganya,” ucap Paula.

BACA JUGA:  Pastor Malgesini Dibunuh Saat Mengulurkan Tangan Memberi Sarapan Pagi

 “Tak perlu dikatakan betapa dahsyat dan tragisnya ini bagi keluarga dan semua yang mengenal mereka. Emma digambarkan sebagai perawat hebat yang tenang dan ceria serta pemimpin yang baik,” ujar Gail Byrne.

Sebagai bentuk penghormatan, staf rumah sakit mengadakan “Clap for Katy” di luar pintu masuk utama pada Kamis malam, beberapa jam sebelum kematian Emma. Selamat jalan, perawat kembar. Beristirahatlah dalam Damai Abadi bersama Sang Pencipta. (tD/DAS)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here