
VATIKAN – Bagi kebanyakan orang, perjalanan seorang Paus mungkin tampak sederhana: datang, menyapa umat, merayakan Misa, lalu melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya. Namun, di balik setiap kunjungan apostolik, ada logistik yang tidak sederhana. Bahkan kendaraan yang digunakan Paus untuk menyapa umat pun membutuhkan persiapan khusus.
Dalam kunjungannya ke Prancis pada 25–28 September, Paus Leo XIV diperkirakan akan melakukan setidaknya dua perjalanan utama dengan popemobile, kendaraan khusus yang telah menjadi salah satu simbol kepausan modern.
Pada 25 September, kendaraan itu akan membawa Paus menyusuri jalan-jalan Paris. Tiga hari kemudian, 28 September, popemobile kembali digunakan di Metz. Sang Paus juga kemungkinan akan menyapa kerumunan umat dari kendaraan putih yang ikonik itu ketika merayakan Misa di Place de la Concorde dan saat berada di Lourdes.
Karena itu, popemobile menjadi bagian penting dari persiapan perjalanan ini. Menurut informasi yang diperoleh dari sumber yang terlibat dalam pengaturan kunjungan, Vatikan akan mengirim tiga kendaraan ke Prancis: dua popemobile dan satu mobil golf.
Dua popemobile disiapkan bukan semata-mata untuk bergaya. Kehadiran kendaraan cadangan membuat pengaturan logistik di berbagai lokasi menjadi lebih mudah, sekaligus menjadi antisipasi apabila salah satu kendaraan mengalami gangguan teknis.
Sementara itu, Vatikan cenderung menggunakan mobil golf untuk menyapa umat dalam ruang yang lebih terbatas, seperti stadion. Karena itu, kendaraan kecil tersebut kemungkinan akan digunakan Paus Leo XIV ketika menghadiri vigili kaum muda di Stade de France pada malam 25 September.
Model yang digunakan Paus Leo XIV saat ini adalah Mercedes-Benz G-Class bertenaga listrik penuh. Kendaraan yang bobotnya mencapai beberapa ton itu telah dimodifikasi secara khusus untuk kebutuhan kepausan.
Perjalanan darat yang dirahasiakan
Pertanyaannya kemudian: bagaimana kendaraan-kendaraan tersebut sampai ke Paris, Lourdes, dan Metz?
Mengemudikan popemobile dari Vatikan ke Paris jelas bukan pilihan. Jarak antara keduanya mencapai sekitar 1.430 kilometer. Selain ukurannya yang besar dan bentuknya yang sangat mudah dikenali, kendaraan itu telah dimodifikasi khusus untuk keperluan kepausan. Jarak tempuhnya pun terbatas oleh kapasitas baterai.
Sempat muncul laporan bahwa popemobile akan diterbangkan ke Prancis menggunakan pesawat kargo. Namun, menurut sejumlah sumber yang terlibat langsung dalam persiapan kunjungan Paus Leo XIV, kendaraan-kendaraan itu justru akan menempuh perjalanan darat menggunakan truk.
Kendaraan tersebut diperkirakan tiba beberapa hari sebelum kedatangan Paus dan kemudian disimpan di tempat yang dirahasiakan.
Vatikan bertanggung jawab penuh atas pengaturan pengangkutannya. Setelah tiba di Prancis, otoritas setempat akan mengambil alih pemindahan kendaraan-kendaraan itu dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Termasuk ketika harus berpindah dari Paris ke Lourdes dan kemudian ke Metz, popemobile akan tetap menggunakan truk.
Kendaraan-kendaraan khusus itu memiliki pelat nomor “SCV 1”, singkatan dari Status Civitatis Vaticanae 1, atau Negara Kota Vatikan 1.
Pengangkutan melalui jalan darat sebenarnya bukan hal baru. Untuk negara-negara yang relatif dekat dengan Italia, truk biasanya menjadi pilihan utama untuk membawa popemobile. Cara yang sama digunakan ketika kendaraan Paus Leo XIV dibawa ke Monako dalam kunjungan apostoliknya pada Maret 2026.
Namun, ketika perjalanan darat tidak memungkinkan karena jarak yang terlalu jauh atau kondisi geografis negara tujuan, Vatikan menggunakan transportasi udara.
Dalam perjalanan Paus Leo XIV ke Afrika pada April 2026 dan ke Spanyol pada Juni 2026, misalnya, popemobile diangkut menggunakan pesawat. Pesawat kargo menjadi pilihan, termasuk Airbus A400M yang digunakan dalam perjalanan ke Spanyol.
Ketika popemobile dibuat di negeri tuan rumah
Namun, Vatikan tidak selalu membawa popemobile dari Roma.
Pertimbangan biaya dan logistik terkadang membuat kendaraan khusus itu justru dibuat atau dimodifikasi di negara yang dikunjungi Paus.
Hal itu terjadi ketika Paus Fransiskus mengunjungi Meksiko pada 2016. Sebuah Dodge Ram 1500 Classic dimodifikasi menjadi popemobile dan kemudian dihadiahkan kepada Paus Fransiskus oleh rakyat Meksiko.
Kendaraan tersebut kelak memiliki perjalanan sejarah yang jauh lebih panjang daripada yang mungkin dibayangkan ketika pertama kali dibuat.
Pada April 2025, ketika Paus Fransiskus wafat, kendaraan itu kembali mendapat perhatian dunia. Setelah dimodifikasi menjadi mobil jenazah, kendaraan tersebut digunakan untuk membawa jenazah Paus Fransiskus dalam perjalanan terakhirnya dari Vatikan menuju Basilika Santa Maria Maggiore.
Di tempat itu, Paus Fransiskus kemudian dimakamkan.
Dari kendaraan untuk menyapa jutaan umat menjadi kendaraan yang mengantar seorang Paus ke tempat peristirahatan terakhirnya, popemobile Meksiko itu seolah menyimpan satu fragmen perjalanan kepausan yang panjang.
Di luar popemobile
Meski popemobile menjadi kendaraan yang paling mudah dikenali, para Paus sebenarnya tidak menggunakannya untuk seluruh perjalanan selama kunjungan apostolik.
Untuk perjalanan rutin, mereka biasanya menggunakan kendaraan lokal yang disediakan negara tuan rumah.
Yang menarik, kendaraan-kendaraan tersebut juga menggunakan pelat nomor “SCV 1”. Pelat itu bukan sekadar tanda pengenal kendaraan, melainkan penanda bahwa mobil tersebut sedang membawa kepala negara sekaligus pemimpin Gereja Katolik sedunia.
Pilihan kendaraan juga memperlihatkan sedikit karakter penggunanya.
Paus Fransiskus dikenal lebih menyukai kendaraan sederhana seperti Fiat 500 atau mobil kota berukuran kecil. Sejak awal masa kepausannya, Paus Leo XIV tampaknya memiliki pilihan berbeda. Ia lebih sering menggunakan kendaraan yang lebih besar, seperti van penumpang atau sedan yang memberikan ruang lebih lapang.
Pada akhirnya, kendaraan hanyalah bagian kecil dari sebuah perjalanan kepausan. Namun, di balik roda, mesin, baterai, truk pengangkut, dan pelat nomor “SCV 1”, terdapat sebuah sistem logistik yang bekerja nyaris tanpa terlihat.
Sebab, sebelum Paus turun dari kendaraan dan mengangkat tangan untuk memberkati umat, ada perjalanan panjang yang harus lebih dahulu ditempuh oleh kendaraan yang membawanya.
Dan untuk beberapa hari di Prancis nanti, perjalanan itu dimulai jauh sebelum pesawat kepausan mendarat. (Aleteia/tD)

