
Momentum Ramadan 2026 diproyeksikan menjadi katalis kuat bagi kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada kuartal I-2026.
Sejumlah analis menilai rangkaian perayaan yang berdekatan, mulai dari Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri, berpotensi mendorong konsumsi produk herbal dan suplemen, terutama di tengah curah hujan tinggi yang meningkatkan kebutuhan menjaga daya tahan tubuh.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyebut momentum hari raya dapat memperbaiki kinerja Sido Muncul pada awal tahun. Namun, ia mengingatkan perlambatan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan.
Menurutnya, kuartal II-2026 yang relatif minim katalis berpotensi membuat kinerja kembali normal. Azis memproyeksikan pertumbuhan perseroan pada 2026 berada di kisaran single digit hingga low double digit.
Sementara itu, analis Philip Sekuritas Indonesia, Helen, menilai fundamental Sido Muncul tetap solid, ditopang segmen obat herbal dan suplemen. Hingga kuartal III-2025, segmen tersebut tumbuh 3,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,6 triliun, didukung kepemimpinan pasar produk Tolak Angin serta ekspor minyak esensial dan Tolak Angin Care.
Segmen makanan dan minuman juga mencatatkan pertumbuhan 4,4% yoy menjadi Rp1 triliun, terdorong pertumbuhan dua digit pada produk susu dan kopi serta kontribusi stabil minuman energi. Adapun segmen farmasi turun tipis 1,88% yoy menjadi Rp93,5 miliar.
Secara keseluruhan, Sido Muncul membukukan kenaikan laba kotor 4% yoy menjadi Rp1,5 triliun dan laba bersih tumbuh 5,2% yoy menjadi Rp818,5 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Ekspor kini menjadi motor pertumbuhan baru. Hingga kuartal III-2025, perseroan telah mengekspor ke 34 negara dengan kontribusi 9,7% terhadap total pendapatan dan pertumbuhan ekspor mencapai 23% yoy.
Malaysia menjadi pasar terbesar, disusul Nigeria dan Filipina. Tim analis BRI Danareksa Sekuritas menilai ekspansi global tersebut memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik.
Di sisi inovasi, perseroan memperkuat portofolio produk melalui peluncuran C+ Collagen Strawberry Lemonade serta varian herbal Natural Mahoni dan Natural Sari Daun Salam sepanjang 2025.
Helen memproyeksikan pendapatan Sido Muncul pada 2026 mencapai Rp4,38 triliun dengan laba bersih Rp1,31 triliun. Ia merekomendasikan beli (buy) dengan target harga Rp690 per saham. Sementara itu, Azis memberikan rekomendasi trading buy dengan target Rp595 per saham, dan BRI Danareksa Sekuritas memasang target harga Rp635 per saham.*

