
Sejarah bangsa bukan hanya rangkaian peristiwa politik, tetapi juga cermin pilihan-pilihan moral para pemimpinnya. Dalam buku From Soeharto’s Fall to Prabowo’s Rise, Kornelius Purba mengajak pembaca menelusuri perjalanan Indonesia modern dari sudut pandang seorang jurnalis yang selama puluhan tahun berada di pusat kekuasaan. Serentak dengan itu ia mengajak kita berefleksi tentang etika, kepemimpinan, dan tanggung jawab terhadap bangsa.
Pada April 1997, setelah dua belas tahun bekerja di harian Jepang Asahi Shimbun, Kornelis bergabung dengan The Jakarta Post. Tak lama berselang, krisis keuangan dan ekonomi Asia menghantam Indonesia.
Kekacauan sosial, gelombang demonstrasi, dan keruntuhan Orde Baru pada 1998 menjadi latar awal karya-karya yang kemudian membentuk buku ini. Di tengah situasi itu, Indonesia memasuki masa reformasi—sebuah periode yang sarat harapan, tetapi juga pergulatan moral.
Sebagai reporter yang meliput Istana Kepresidenan, Kabinet, dan Kementerian Luar Negeri, Kornelius menyaksikan langsung kepemimpinan tiga presiden kunci: Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Melalui tulisan-tulisannya, pembaca diajak melihat bagaimana kekuasaan dijalankan, bagaimana keputusan politik diambil, dan bagaimana konsekuensinya dirasakan oleh rakyat.
Buku ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama membahas tujuh presiden Indonesia, dari Soeharto hingga Prabowo Subianto, dengan pengantar reflektif yang membantu pembaca memahami konteks sejarah dan tantangan etis masing-masing masa kepemimpinan.
Bagian kedua mengulas politik luar negeri Indonesia—dari ASEAN hingga Asia Timur—yang memperlihatkan bagaimana bangsa ini memposisikan diri di tengah dunia yang terus berubah.
Buku ini relevan sebagai bahan refleksi sosial. Di dalamnya tersirat pertanyaan mendasar: kepemimpinan seperti apa yang sungguh melayani kebaikan bersama? Bagaimana kekuasaan seharusnya dijalankan dengan tanggung jawab moral?
Tulisan-tulisan Kornelis, termasuk wawancara dengan tokoh politik dan bisnis serta kolom ringan By The Way, memperlihatkan bahwa politik bukan sekadar strategi dan kepentingan, melainkan ruang panggilan etis.
From Soeharto’s Fall to Prabowo’s Rise bukan hanya dokumentasi jurnalistik, tetapi juga undangan untuk membaca sejarah dengan nurani.
Buku ini membantu pembaca memahami Indonesia secara lebih utuh—bukan hanya sebagai entitas politik, melainkan sebagai komunitas bangsa yang terus belajar membangun keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan bersama. (tD)

