Sat. Nov 7th, 2026

Paus Leo XIV Ajak Umat Katolik Berpuasa dan Berdoa demi Panggilan Imam dan Hidup Bakti

Paus Leo di Katedral Montevideo-Uruguai

Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk menghidupkan kembali doa dan puasa demi tumbuhnya panggilan menjadi imam dan hidup bakti. Ia meminta para uskup mendorong keuskupan masing-masing untuk menyediakan hari-hari khusus bagi intensi tersebut.

Ajakan itu disampaikan Paus Leo XIV saat memimpin Ibadat Sore (Vespers) bersama para uskup, imam, diakon, kaum hidup bakti, dan seminaris di Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda dan Santo Filipus serta Santo Yakobus, Montevideo, Uruguay.

“Dari Katedral Montevideo, saya mengundang saudara-saudara uskup di seluruh dunia untuk mendorong keuskupan masing-masing agar mengadakan hari-hari doa dan puasa demi peningkatan panggilan menjadi imam dan panggilan hidup bakti,” kata Paus.

Ia juga mengajak paroki, keluarga, dan komunitas religius untuk terlibat dalam gerakan doa tersebut. Menurutnya, pengalaman umat Katolik Uruguay dapat menjadi inspirasi bagi Gereja di berbagai negara.

“Semoga paroki-paroki, keluarga-keluarga, dan komunitas-komunitas religius turut serta dalam doa ini. Semoga teladan dari negara ini mendorong banyak pihak lain untuk berdoa dengan kepercayaan yang sama,” ujarnya.

Berawal dari kekosongan calon seminaris

Paus Leo mengenang bahwa gerakan doa dan puasa di Uruguay bermula pada 2024. Saat itu, seminari antar-keuskupan tidak menerima calon baru. Situasi tersebut mendorong umat beriman untuk berkumpul dan berdoa, memohon kepada Tuhan agar mengutus pekerja ke dalam panen-Nya.

Umat tidak berhenti pada doa sesaat. Mereka terus tekun mendoakan tumbuhnya panggilan imam dan hidup bakti.

Kini, doa itu mulai memperlihatkan buah. Sejumlah anak muda telah memulai perjalanan mereka di seminari maupun dalam hidup bakti. Beberapa di antaranya bahkan hadir dalam perayaan bersama Paus.

“Sungguh sukacita mengetahui bahwa banyak orang terus menanggapi kasih Kristus dengan murah hati!” katanya.

Paus menyampaikan terima kasih kepada semua orang yang setia menjaga gerakan doa tersebut. Ia meminta mereka tidak berhenti, sekaligus melihat munculnya calon-calon baru sebagai tanda bahwa Allah mendengarkan doa umat-Nya.

Puasa bukan hanya menahan lapar

Ajakan untuk berpuasa dan berdoa demi panggilan hidup bakti sejalan dengan perhatian Paus Leo terhadap pembaruan kehidupan rohani umat Katolik.

Dalam pesan Prapaskah 2026, ia mengingatkan bahwa puasa tidak semata-mata berkaitan dengan makanan. Umat juga diajak melakukan pantang yang sering kali terlupakan: menahan diri dari kata-kata yang menyakiti dan melukai sesama.

Ia mengimbau umat meluangkan waktu untuk berpuasa dan berdoa, baik secara pribadi maupun bersama komunitas.

Namun, puasa harus dijalankan “dalam iman dan kerendahan hati” agar sungguh selaras dengan semangat Injil.

Sebelumnya, pada akhir Audiensi Umum 20 Agustus 2025, Paus Leo XIV juga menetapkan ajakan untuk menjadikan 22 Agustus, bertepatan dengan Peringatan Santa Perawan Maria Ratu, sebagai hari puasa dan doa.

Saat itu, intensi doanya adalah memohon perdamaian dan keadilan bagi dunia, terutama bagi mereka yang menderita akibat konflik bersenjata.

Paus meminta umat berdoa agar Tuhan menghapus air mata orang-orang yang menjadi korban peperangan.

Melalui berbagai ajakan tersebut, Paus Leo XIV menempatkan doa dan puasa sebagai bagian penting dari tanggung jawab umat beriman.

Kali ini, perhatian khusus diarahkan pada masa depan Gereja: tumbuhnya generasi baru imam dan kaum hidup bakti yang bersedia mengabdikan hidup bagi pelayanan kepada Allah dan sesama. (Vatican News)

Related Post