Thu. Sep 24th, 2026

Jutaan Orang Berdoa Rosario demi Perdamaian pada Bulan Oktober

Oktober bulan yang istimewa bagi umat Katolik. Bulan ini secara tradisional dikaitkan dengan doa Rosario, terlebih karena Gereja merayakan Pesta Santa Maria Ratu Rosario setiap 7 Oktober.

Tahun ini, doa Rosario kembali digaungkan sebagai doa bagi perdamaian. Di tengah dunia yang masih dilanda peperangan, Paus Leo XIV berulang kali mengajak umat Katolik untuk berdoa bagi perdamaian dunia.

Seruan itu mendapat tanggapan luas. Holy Cross Family Ministries (HCFM) meluncurkan inisiatif “Global Rosary for Peace” atau Rosario Global untuk Perdamaian. Tahun lalu, gerakan ini menghimpun umat dari berbagai penjuru dunia untuk mendaraskan Rosario bagi perdamaian.

Semangat tersebut sejalan dengan warisan pendiri HCFM, Venerabilis Patrick Peyton, yang sepanjang hidupnya giat mempromosikan doa Rosario dalam keluarga.

Ia pernah berkata, “Rosario telah menyelamatkan dunia di masa lalu, dan Rosario akan menyelamatkan dunia saat ini dengan cara menyelamatkan keluarga.”

Patrick Peyton juga dikenal luas melalui ungkapannya, “Keluarga yang berdoa bersama akan tetap bersatu.”

Menuju 22 Oktober

Puncak Rosario Global untuk Perdamaian tahun ini akan berlangsung pada 22 Oktober, bertepatan dengan peringatan Santo Yohanes Paulus II.

Namun, umat Katolik tidak hanya diajak berdoa pada hari tersebut. Persiapan telah dimulai beberapa minggu sebelumnya melalui rangkaian renungan dan kisah para saksi iman.

Menurut situs resmi inisiatif tersebut, umat diajak mengawali setiap hari dengan renungan yang menggali kebijaksanaan dari para tokoh yang dikenal karena pembelaan mereka terhadap keluarga dan doa Rosario, antara lain Santo Yohanes Paulus II, Santa Teresa dari Calcutta, Santo Padre Pio, Beato Fulton Sheen, dan Venerabilis Patrick Peyton.

Selama masa persiapan, umat juga diajak mendalami kisah hidup 63 saksi iman yang memperjuangkan keluarga di tengah berbagai krisis.

Pada 22 Oktober nanti, jutaan umat Katolik di berbagai penjuru dunia diharapkan bersatu dalam doa Rosario.

Bukan sekadar sebagai rangkaian doa, tetapi sebagai permohonan bersama kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria: agar hati manusia dilembutkan, kekerasan dihentikan, dan jalan menuju perdamaian kembali terbuka.

Di tengah dunia yang gaduh oleh perang, jutaan doa itu hendak menggemakan satu harapan sederhana: semoga damai kembali menemukan jalannya. (tD/*)

Related Post