Sejak Lahir Badan Frederika Lunglai, Ingin Berjemur di Atas Kursi Roda

256
Yoventa dan Frederika anaknya dalam pondok mungil. Butuh kursi roda. (Foto: EDL)

Usia Frederika Ernesta Lenni sudah 26 tahun. Selama itu pula warga Kampung Larakodi, Desa Marokota, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT ini tidak bisa melakukan apa pun secara mandiri sebab seluruh badannya lunglai sejak lahir.

Semua kebutuhannya harus dilayani, termasuk makan, minum, mandi, BAB, dan lain-lain. Dan semua itu harus dilakukan oleh ibunya Yoventa Dada Gole. Seorang diri!

Pondok kecil tanpa listrik tempat Yoventa dan anak-anaknya tinggal. (EDL)

Semua tindakan melayani tersebut dilakukan Yoventa di sela-sela kegiatannya sebagai petani lahan kering warisan orang tuanya. Yoventa juga membuat minyak kelapa murni sebanyak satu sampai dua liter dalam seminggu untuk kemudian dia jajakan dari rumah ke rumah di Kota Weetebula.

Dari hasil penjualan ini, ibu dari dua anak tersebut bisa membeli beras dan lauk sedapatnya. Sangat jarang ia membeli pakaian dan hal-hal lain. Dari kerja kerasnya ini, wanita bertubuh mungil ini juga memberi uang jajan kepada Marsianus Ansel Bili, anak bungsunya yang sudah putus sekolah karena ketiadaan biaya.

“Ya, walau hanya sedikit, supaya dia tetap merasa disayangi,” katanya pelan kepada media ini pada akhir Mei lalu.

Sampai saat ini Yoventa telah berusaha memberikan yang terbaik dari yang ia bisa kepada kedua buah hatinya. “Hanya itu yang saya bisa. Tidak bisa lebih lagi,” ujarnya.

Yoventa inginkan kursi roda untuk anaknya. (EDL)

Kerinduan Istimewa

Kini Yoventa mengaku punya satu kerinduan istimewa. “Saya tinggal punya satu kerinduan. Saya ingin membeli kursi roda untuk anak saya agar dia bisa berjemur atau duduk-duduk di luar,” kata Yoventa kepada media ini. “Terus terang, saya tidak mampu membeli,” ujarnya dengan suara tercekat di leher.

“Siapa tahu dia bisa tersenyum dan jiwanya germbira. Mungkin saja dia tidak paham soal kursi roda, tapi jiwanya tahu itu dan bisa gembira,” ujar Yoventa, warga Paroki Weekombaka dalam rumahnya yang belum teraliri listrik ini.

“Kalau ada yang bisa membantu, saya sangat bersyukur. Saya hanya mau anak saya tersenyum dalam hati dan jiwanya,” pungkas Yoventa berharap. (tD/EDL)