Wed. Oct 14th, 2026

10 Kontingen, Satu Semangat Iman di Pesparani II Kalbar

Persiapan menuju panggung nasional.

PONTIANAK — Sebanyak 450 peserta, termasuk ofisial, dari 10 kontingen yang mewakili dua kota dan delapan kabupaten di Kalimantan Barat akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Kalimantan Barat pada 16–17 Oktober 2026 di Pontianak.

Mengusung tema “Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa” (Mazmur 117:1), Pesparani II Kalbar menjadi momentum bagi umat Katolik untuk merayakan iman, mempererat persaudaraan, dan merawat semangat hidup dalam keberagaman.

Ketua Panitia Pesparani Katolik II Kalbar 2026, Maskendari, menegaskan bahwa Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat iman dan kebersamaan umat sekaligus mendorong keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

“Melalui Pesparani ini kita ingin mewujudkan pemberdayaan dan peningkatan partisipasi umat dalam rangka penguatan hidup menggereja dan perwujudan panggilan kerasulan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Maskendari.

Tiga kategori paduan suara

Berbeda dari Pesparani Kalbar sebelumnya yang menghadirkan lebih banyak kategori lomba, penyelenggaraan kali ini secara khusus mempertandingkan tiga kategori paduan suara yang belum dilombakan pada Pesparani I.

Ketiga kategori tersebut adalah Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), dan Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP).

Lomba PS-OMK akan berlangsung di Aula Gedung Pasifikus Bos, sedangkan PSDW dan PSGDP digelar di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak.

Menurut Maskendari, pemilihan ketiga kategori tersebut bertujuan menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kalimantan Barat pada Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara.

“Namun tujuannya sama, yakni menetapkan peserta terbaik pada setiap kategori lomba mewakili LP3KD Kalbar untuk mengikuti Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara,” jelasnya.

Selain menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam seni musik liturgi, Pesparani juga mempertemukan umat dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat ikatan persaudaraan dan meneguhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kalimantan Barat yang majemuk.

Diawali Misa Pembukaan

Rangkaian Pesparani Katolik II Kalbar akan dimulai pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan Misa Pembukaan di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak. Misa akan dipimpin Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap., sebagai selebran utama, didampingi belasan imam sebagai konselebran.

Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Selanjutnya, peserta mengikuti perlombaan dalam tiga kategori paduan suara yang telah ditetapkan.

Pada hari kedua, Sabtu, 17 Oktober 2026, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Misa Penutupan, dilanjutkan acara penutupan dan pengumuman para pemenang.

Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan membawa manfaat bagi peserta maupun masyarakat Kalimantan Barat secara luas.

Maskendari mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan Pesparani sebagai kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Pesparani Katolik II Kalbar Tahun 2026 adalah salah satu bentuk kontribusi umat Katolik bagi masyarakat dan daerah. Karena itu, mari kita jadikan sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan merawat persatuan dalam keberagaman di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (tD)

Related Post